Contoh Teks Pidato Tentang Cara Membangun Karakter

Pidato Bahasa Indonesia ini ditulis sebagai referensi bagi peserta didik yang ingin mengetahui contoh teks pidato. Teks pidato bahasa Indonesia ini bertujuan untuk memberitahu cara membangun karakter yang baik bagi para pendengarnya. Berikut contoh teks pidato tentang cara membangun karakter.

Cara Membangun Karakter

Assalamualaikum Wr Wb

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayahnya kita dapat berada disini dalam keadaan sehat wal afiat. Shalawat dan Salam selalu tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa kita dari zaman jahiliyah ke zaman yang terang benderang.

Tema kita pada hari ini adalah bagaimana cara membangun karakter yang baik. Sebelum saya memberitahukan bagaimana cara membangun karakter yang baik, saya akan mendefinisikan apa arti dari karakter itu sendiri, dan apa pentingnya bagi kita untuk memiliki karakter yang baik.

Karakter adalah sesuatu yang ada pada diri kita, yang menggambarkan bagaimana diri kita. Jika kita memiliki karakter yang buruk, maka orang lain akan menganggap kita sebagai orang yang buruk. Sebeliknya, jika kita memiliki karakter yang baik, maka  kita akan dinilai baik pula oleh rang lain. Itulah pentingnya karakter yang baik bagi kita. Jika kita memiliki karakter yang baik, maka orang lain pun akan nyaman berkomunikasi dan berhubungan dengan kita. Dalam skala besar, jika ketika banyak orang memiliki karakter yang baik maka tidak akan ada konflik yang berkelanjutan karena orang – orang sudah saing mengerti.

Lalu, bagaimana cara membangun karakter yang baik tersebut?

Disini, saya membagi menjadi 3 cara dalam membangun karakter .

Pertama, yaitu dari diri sendiri.

ketika kita ingin melakukan perubahan, diri sendiri adalah kunci yang paling penting. Dalam diri sendiri ita memulainya dari niat. Dengan niat ingin berubah, maka kita pasti akan berusaha mendapatkan hasil dari perubahan tersebut.

Senantiasalah semangat untuk terus belajar. Mencari tahu cara meningkatkan iq dan kecerdasan dalam diri, mengeksplore lebih banyak ilmu pengetahuan, dan bermanfaat bagi orang lain. Dengan adanya semangat belajar, maka diri sendiri akan termotivasi untuk terus maju.

Kedua, yaitu dari orang tua.

Orang yang pertama kali membentuk sikap kita adalah orang tua, dan karakter yang kita miliki, dominan didapatkan dari rumah. Hal itu menyatakan bahwa orang tua berpern penting dalam membentuk karakter yang baik. komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangat di anjurkan dalam hal ini. Banyak orang tua yang tidak ada waktu luang bersama anaknya, sedangkan seorang anak membutuhkan hal tersebut, agar mereka tidak salah dalam mempersepsikan sesuatu. Jika tidak adanya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, maka tidak menutup kemungkinan anak dapat melakukan hal-hal yang diluar batas kewajaran dan membentuk karakternya yang buruk.

Ketiga, yaitu pembentukan karakter dari guru.

Ada 3 peran guru dalam membentuk karakter siswanya. Pertama, yaitu guru sebagai model atau contoh. Jika sistem pendidikan indonesia ingin mendidik generasinya, maka seorang guru haruslah memiliki etika yang baik. Mereka harus dapat menjadi contoh bagi siswa-siswinya. Karena itulah guru harus dibekali berbagai macam karakter edukasi dahulu, sebelum ia bisa menjadi tenaga pendidik di sekolah-sekolah.

Peran selanjutnya, yaitu peran guru sebagai pendidik. Seperti yang kita ketahui, guru bukanlah mengajar, tapi mendidik. Mengapa demikian? Karena mengajar berarti hanya sebatas akademik saja, sedangkan mendidik berarti bukan hanya sekedar mencerdaskan siswa saja, namun juga mengubah sikap dan perilaku siswa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Karena itulah seorang guru dapat menyisipkan beberapa nasehat dan penjelasan bagaimana cara bersikap yang baik di sela-sela pelajaran akademiknya. Pendidikan berkarakter atau character education  benar-benar diperlukan dalam situasi ini.

Peran terakhir seorang guru dalam membentuk karakter yang baik adalah guru sebagai konseling. Peran guru konseling sangatlah diperlukan di sekolah. Tidak semua anak bahagia di rumahnya, tidak semua dari mereka pula yang dapat menyelesaikan masalahnya, bahkan tak jarang dari mereka yang tidak berani mengutarakan masalahnya kepada orng tuanya. Di sinilah peran guru konseling tersebut. Saat siswa bingung ingin bercerita kepada siapa, maka guru konseling harus siap membantu dan memberi pencerahan baik bagi mereka. Dengan senyuman dan bahasa yang baik, maka mereka akan dapat di arahkan ke arah penyelesaian masalah yang baik.

Leave a Reply