Remaja Berhak Mendapatkan Informasi Kesehatan Reproduksi

Masa remaja adalah masa yang indah. Demikianlah kata orang-orang yang telah melalui masa tersebut. katanya, masa remaja adalah pencarian jati diri kemana arah yang akan ditempuh saat telah menginjak usia dewasa nanti. Tanggung jawab, persahabatan, dan ketertarikan terhadap lawan jenis adalah warna warni yang dapat dirasakan di masa remaja.

Selain masa yang indah, masa remaja yang sering disebut masa transisi tidak jarang mendatangkan konflik jika tidak dikntrol dengan baik. rasa penasaran yang tinggi, dan ketidakpuasan terus menerus dapat menjadi hal buruk yang terjadi pada masa remaja. Hal buruk yang paling mungkin untuk terjadi pada masa remaja, adalah seputar tentang kesehatan reproduksi remaja.

Pentingnya Informasi Kesehatan Reproduksi Pada Remaja

informasi kesehatan reproduksi remaja

Kesehatan Reproduksi Remaja dapat di artikan sebuah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial seorang remaja, termasuk keadaan terbebas dari kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi yang tidak aman, penyakit menular seksual (PMS) termasuk HIV/ AIDS, serta semua bentuk kekerasan dan pemaksaan seksual (FCI, 2000).

Berdasarkan definisi yang disebutkan oleh FCI pada tahun 2000 di atas, dapat dilihat bahwa menjadi seorang remaja memang membutuhkan informasi tentang kesehatan reproduksi mereka sendiri. Mengapa informasi ini benar-benar penting? Masa remaja, adalah masa yang menunjukkan kematangan atau kesiapan individu untuk menikah. Sedangkan menikah bukanlah hal yang dapat dilakukan dengan mudah. Menikah adalah sebuah tanggung jawab, dan bukan hanya sekedar tentang kematangan reproduksi seseorang saja. Maka dari itu, informasi tentang kesehatan reproduksi sangatlah diperlukan.

Informasi masih sangat kurang

Informasi kesehatan reproduksi yang sangat penting tersebut jarang sekali dirasakan oleh remaja. Dapat dilihat bahwa sedikit sekali remaja yang leluasa berbagi dengan guru dan orang tuanya dalam mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksinya. Hal tersebut terjadi karena pembicaraan tentang kesehatan reproduksi masih di anggap tabu oleh sebagian besar masyarakat.

Padahal pada kenyataannya, berbagi dan mendapat informasi dari orang yang lebih mengerti adalah hal yang pentig bagi remaja. Hal ini dikarenakan rasa penasaran remaja yang tinggi membuatnya mencari informasi dari berbagai tempat, bahkan tidak menutup kemungkinan bahwa remaja akan langsung mempraktekkan hal yang ingin ia ketahui tersebut. Jika remaja salah dalam mendapatkan informasi, maka hal itu dapat mendorong remaja untuk berperilaku salah dalam bertindak.

Kamu sebagai remaja pasti merasakan bahwa menjadi remaja di masa ini sangatlah sulit. Terpaan media dan kemajuan teknologi yang pesat dapat berpengaruh pada perubahan seksualitas remaja. Kemajuan teknologi yang pesat tersebut tidak diiringi dengan informasi yang cukup mengenai kesehatan reproduksi remaja yang benar. Jika ternyata remaja secara sengaja atau tidak melakukan hal yang bertentangan dengan norma, maka remaja sebenarnya tidak sepenuhnya dapat disalahkan, karena tidak adanya perlindungan dan pengarahan yang tepat terhadap pesatnya perkembangan teknologi tersebut.

Peraturan Pemerintah Mengenai Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja

Nah, kamu tidak perlu takut akan hal buruk yang bisa saja terjadi di usia remaja kamu saat ini. Pentingnya informasi mengenai hak reproduksi remaja sudah diperhatikan oleh pemerintah. Dapat dilihat pada UU Perlindungan Anak (UUPA) yang menyatakan bahwa ”anak adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun termasuk yang berada dalam kandungan”,. Dan pasal 10 UUPA kemudian menyebutkan bahwa ”setiap anak berhak menyatakan, dan di dengar pendapatnya, menerima, mencari dan memberikan informasi sesuai dengan tingkat kecerdasan dan usianya demi pengembangan dirinya sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan”.

Berdasarkan undang-undang di atas, kamu tidak perlu takut lagi untuk bertanya kepada orang tua tentang kesehatan reproduksi kamu dan perkembanganmu sebagai remaja, karena hal tersebut sudah menjadi hak remaja. Dapat dilihat pada UUPA tersebut, berhak mencari informasi demi pengembangan dirinya yang sesuai dengan nilai-nilai kesusilaan dan kepatutan. Jadi, gunakanlah hakmu dengan sebaik-baiknya, jangan sampai salah dalam menentukan arah pada saat masa transisi ini.

Nah, bagaimana cara menjadi remaja yang baik di masa sekarang? Ini dia caranya:

  1. Carilah teman yang baik

Memilih-milih dalam berteman tidaklah baik, namun untuk terlalu dekat dengan teman yang mengarahkan ke jalan yang salah? Tentu hal tersebut harus dipikirkan berkali-kali terlebih dahulu. Seorang teman penjual parfum, akan tercium bau parfumnya. Demikianlah yang harus kamu perhatikan dalam mencari seorang teman. Jika teman kamu baik, maka kamu akan di arahkan ke arah yang baik pula.

  1. Jangan takut memeriksakan kesehatan reproduksimu

Malu? Memeriksakan kesehatan reproduksi bukanlah hal yang memalukan. Bahkan sudah menjadi hak remaja untuk mengetahui tentang kesehatan reproduksinya bukan? Tentunya kamu tidak ingin hal buruk terjadi pada tubuhmu sendiri. Jadi, jangan pernah malu atau takut untuk memeriksakannya.

  1. Berbagilah dengan orang tua

Orang tua tentu tidak ingin hal buruk terjadi pada anaknya. Orang tua adalah penjaga rahasia yang sangat baik. Maka dari itu, curhat ke orang tua adalah ide yang sangat bagus. Terutama curhat tentang kesehatan reproduksi kamu. Orang tua tentunya dapat memberikan solusi yang tepat dan aman untuk anak-anak tercintanya.

Nah, demikianlah sedikit informasi tentang Hak Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja. Semoga informasi yang diberikan berguna bagi sahabat sekalian.

Leave a Reply