Daur Hidup Katak Lengkap dengan Gambar & Penjelasan

Pada saat musim hujan, banyak katak yang keluar dari persembunyiannya. Katak termasuk binatang amfibia. Binatang amfibia ini adalah binatang yang hidup di dua alam. Daur hidup katak pun berbeda dibandingkan hewan pada umumnya, sehingga menarik untuk dipelajari.

Daur Hidup Katak Dari Telur Hingga Katak Dewasa

Untuk memahami daur hidup katak, perhatikan gambar dan penjelasan berikut:

Daur Hidup Katak

Berdasarkan gambar di atas, daur hidup katak antara lain adalah:

  1. Telur, terdapat di dalam air atau di pohon pohon yang lembab (bagi katak yang hidup di hutan)
  2. Kecebong / berudu, Hidup di dalam air dengan mengandalkan kuning telur dari sisa telurnya dahulu sebagai bahan makanan
  3. Kecebong berkaki, Kaki kecebong dapat muncul pada minggu ke 6 setelah menetas
  4. Katak muda, masih memiliki buntut karena baru saja bertransformasi dari kecebong
  5. Katak dewasa, hidup di darat dan menjadi katak yang biasa kita lihat sehari-hari

Semasa hidupnya, katak hidup di dua tempat, yaitu di air dan di darat. Daur hidup katak terjadi mulai dari air. Saat telur menetas menjadi kecebong, kecebong-kecebong tersebut menetas dan hidup di air. Harus diingat bahwa tidak semua telur menetas menjadi kecebong. Pada katak, terkadang ada pula telur yang gagal menetas dan mati. Setelah dewasa, katak pun akan hidup di darat.

Pernapasan Katak dari Lahir Hingga Dewasa

Seperti yang kita ketahui dari daur hidup katak, bahwa katak hidup di dua alam. Semasa menjadi telur dan kecebong, katak hidup di air. Baru setelah menjadi kataklah mereka hidup di darat. Perubahan tempat hidup selama daur hidup katak ini berlangsung, menyebabkan  terjadinya perbedaan pada alat pernapasannya.

Selama menjadi kecebong

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kecebong mengandalkan kuning telur untuk menjadi bahan makanan utamanya selama 7 – 10 hari sejak ia lahir. Setelah sudah cukup dewasa dan organ tubuhnya lengkap, barulah kecebong dapat mencari makan sendiri berupa alga di dalam air. Saat sudah tumbuh kaki, kecebong dapat mencari makanan lain selain alga, seperti hewan kecil / serangga yang dapat ia jangkau.

Pada awalnya, kecebong bernapas dengan insang luar. Insang luar berjumlah tiga pasang dan letaknya di belakang kepala. Setelah kecebong berumur kurang lebih sembilang hari insang luar berubah menjadi insang dalam. Saat menggunakannya, insang dalam ini ditutupi oleh tutup insang

Saat sudah menjadi katak

Kecebong berubah menjadi katak saat sudah berusia kurang lebih 12 minggu. Pada saat ini, katak sudah hidup di darat, namun masih memiliki ekor. Setelah berubah menjadi katak, hewan ini sudah sepenuhnya menjadi predator serangga-serangga kecil yang ada di sekitarnya.

Pada akhir siklus daur hidup katak, katak dewasa hidup di darat sehingga tidak bernapas lagi dengan insang, namun menggunakan paru-paru dan kulitnya. Paru-paru katak berjumlah sepasang berupa kantung tipis dan elastis.

Pada permukaan dinding dalam paru-paru, banyak terdapat lipatan-lipatan dan banyak mengandung pembuluh darah. Darah di dalam pembuluh darah mengangkut oksigen dari paru-paru ke bagian tubuh yang lain dan melepaskan karbondioksida ke paru-paru. Itulah sebabnya mengapa kulit katak selalu basah agar dapat berfungsi sebagai alat pernapasan.

Seekor katak dewasa akan menghabiskan waktunya di darat. Hewan ini akan kembali ke air saat akan melakukan perkawinan dan memunculkan daur hidup yang baru untuk katak selanjutnya (anaknya).

Nah, itulah penjelasan singkat mengenai daur hidup katak / siklus hidup katak beserta gambar dan penjelasannya. Mudah dimengerti bukan? Semoga bermanfaat untuk ilmu pengetahuan kita semua.

One Response

  1. Android Epic May 9, 2019

Leave a Reply