Indra Pembau – Hidung, Fungsi & Cara Kerjanya

Indra Pembau – Hidung, Fungsi & Cara Kerjanya

Sampai saat ini, kita tentu sudah sering mencium berbagai macam bau dan aroma. Mulai dari bau yang harum sampai bau yang tidak mengenakkan. Semua itu tidak akan bisa kita lakukan tanpa adanya suatu indra pembau yang dapat menangkap aroma-aroma tersebut. Ya, indra pembau tersebut adalah hidung.

Sebelumnya, kita sudah membahas kulit sebagai indra peraba. Nah, bagaimana dengan indra pembau? Ternyata indra pembau juga memiliki keistimewaan pada bagian-bagian dan fungsinya. Berikut bagian hidung, fungsi, dan cara kerjanya.

1. Bagian-bagian hidung dan fungsinya

bagian bagian hidung

Hidung terdiri dari dua bagian, yaitu lubang hidung dan rongga hidung. Rongga hidung ini terbentuk dari tulang hidung dan tengkorak. Pada rongga hidung ini terdapat selaput lendir atau membran mukus dan rambut halus yang disebut bulu hidung atau silia.

Bulu hidung dan selaput lendir berfungsi untuk menyaring kotoran yang masuk ke hidung bersama dengan udara pernapasan. Kotoran yang masuk tersebu bisa berupa debu, kuman, dan cairan. Saat lubang hidung kemasukan kotoran, maka selaput lendir akan terangsang sehingga menimbulkan rasa geli dan terjadilah bersin.

Di rongga hidung bagian atas terdapat sel-sel reseptor atau ujung-ujung saraf pembau. Ujung-ujung saraf pembau ini timbul bersama dengan rambut-rambut halus pada selaput lendir yang berada di dalam rongga hidung bagian atas. Itulah sebabnya ketika sedang flu kita tidak dapat mencium dengan baik karena indra pembau tertutup oleh lendir.

2. Cara Kerja Hidung

Bagaimana cara indra pembau ini mencium suatu aroma? Bau adalah benda gas. Bau tersebut berbaur menjadi satu dengan gas-gas lain yang ada di udara. Saat kita menghirup udara pernapasan, bau tersebut akan ikut masuk ke dalam hidung.

Saat berada di dalam hidung, bau akan larut di dalam lendir. Selanjutnya, rangsangan bau akan diterima oleh ujung-ujung saraf pembau serta diteruskan ke pusat penciuman dan saraf pembau. Rangsangan berupa bau tersebut akan ditanggapi oleh otak sehingga kita dapat mencium bau tersebut.

3. Kelainan Pada Hidung

Pilek merupakan penyakit yang mengganggu indra pembau

Sebagai indra pembau, hidung dapat mengalami gangguan. Gangguan-gangguan tersebut dapat menyebabkan kepekaan hidung menjadi berkurang. Contoh gangguan-gangguan yang dialami oleh hidung antara lain seperti pilek, polip (daging tumbuh di dalam rongga hidung), dan rusaknya saraf indra pembau akibat cedera pada kepala.

4. Memelihara Kesehatan Indra Pembau / Hidung

Jika hidung mengalami gangguan, kita tentunya sangat tidak nyaman. Oleh karena itu, kita harus senantiasa menjaga kesehatan hidung. Beberapa cara merawat hidung agar tetap sehat adalah sebagai berikut:

  • Membersihkan hidung setiap hari secara rutin. Hidung biasanya akan menjadi kotor karena udara yang kita hirup mengandung debu. Terlebih lagi bagi orang-orang yang tinggal di kota – kota besar. Kamu dapat membersihkan hidungmu menggunakan kapas.
  • Menutup hidung saat berada pada lingkungan yang kotor. Misalnya saat sedang berada di jalanan dan banyak debu.
  • Segera berobat ke dokter jika mengalami gangguan pada hidung. Jika gangguan pada hidung dibiarkan, maka akan berpotensi untuk merusak fungsi hidung.

Kesimpulan

Bagian-bagian hidung dan fungsinya

  1. Bulu hidung dan selaput lendir berfungsi untuk menyaring kotoran yang masuk ke hidung bersama dengan udara pernapasan.
  2. Ujung-ujung saraf pembau berfungsi untuk menangkap bau yang tercium oleh hidung.

Tahapan hidung dalam mencium bau

  1. Bau berbaur menjadi satu dengan gas-gas lain yang ada di udara.
  2. Saat menghirup udara pernapasan, bau tersebut akan ikut masuk ke dalam hidung.
  3. Saat berada di dalam hidung, bau akan larut di dalam lendir.
  4. Rangsangan bau akan diterima oleh ujung-ujung saraf pembau serta diteruskan ke pusat penciuman dan saraf pembau.
  5. Rangsangan berupa bau tersebut akan ditanggapi oleh otak sehingga kita dapat mencium bau tersebut.

No Responses

Write a response